WEAVING ANTEH
SAMMARIA SIMANJUNTAK

Konsumerisme adalah salah satu akar masalah dari perubahan iklim. Konsumsi yang tidak terkendali menyebabkan proses produksi barang berlimpah. Sumber daya alam dikuras habis untuk kebutuhan produksi, bahkan untuk barang-barang yang tidak diperlukan.

Mengadaptasi sebuah dongeng rakyat Jawa Barat, Weaving Anteh bercerita tentang Anteh, seorang perempuan yang terus menerus memakai baju baru sampai dia tenggelam ke Bawah Tanah. Anteh yang ingin pulang ke atas dijanjikan tangga jika mampu menenun kain sesuai permintaan Si Kucing Chandramawat. Anteh terus menenun kain, tapi malah terjebak dalam lingkaran ketidakadilan yang membuat dia tidak bisa pulang.

Weaving Anteh adalah sebuah metafora dari kehidupan modern yang terpenjara oleh nafsu konsumsi.

SAMMARIA SIMANJUNTAK

Sammaria Simanjuntak belajar arsitektur lalu menjadi sutradara. Film pertamanya, “cin(T)a”, mendapatkan Piala Citra untuk Penulis Skenario Asli Terbaik. Film keduanya, “Demi Ucok”, menjadi Film Terbaik pilihan Majalah Tempo. Film pendeknya, “7 Deadly Kisses”, diputar perdana di Berlin International Film Festival. Setelah membuat sebuah dokumenter dangdut berjudul “Five Minutes Of Fame”, Sammaria memutuskan mendirikan PT Kepompong Gendut yang berfokus pada produksi film-fim kecil dengan efek kupu-kupu.

Filmografi
cin(T)a (2009)
Lima Menit Lagi Ah Ah Ah (2010)
7 Deadly Kisses (2012)
Emit (2012)
Demi Ucok (2013)
Cabe (2014)
Misteri Anu Jatuh (2015)