NINNDI RARAS:
KITA PUNYA MASALAH DENGAN ALAM!

Di tengah kesibukannya dalam produksi film, Ninndi Raras menyatakan diri bergabung dengan Proyek Prakarti. Dalam proyek ini, Ninndi mengangkat kisah tentang petani yang tak lagi bisa menggunakan kalender ketentuan musim atau dikenal dengan sebutan Pranata Mangsa. Pranata Mangsa adalah penanggalan yang dikaitkan dengan kegiatan pertanian yang berbasis pada peredaran matahari dan siklusnya dalam setahun. Pranata mangsa juga dapat menentukan gejala alam dan bencana yang mungkin timbul pada waktu-waktu tertentu sehingga para petani dapat mempersiapkan diri.

“Tanda-tanda tersebut sudah tidak lagi muncul ‘tepat waktu’ karena perubahan musim. Sehingga Pranata Mangsa sudah tidak dapat lagi menjadi acuan. Pamor Pranata Mangsa kini mulai meredup terutama dalam dua puluh tahun terakhir karena perubahan iklim global dan fenomena El-Nino dan La-Nina” Jelas Ninndi pada 15 Agustus lalu.

Saat ditanya apa yang membuatnya tertarik mengangkat Pranata Mangsa dalam filmnya kali ini, Ninndi bercerita; “Waktu kecil, saya senang mendengarkan nenek saya bercerita mengenai tanda-tanda alam yang muncul, salah satunya lewat hewan. Contohnya laron. Munculnya laron merupakan pertanda awal musim hujan.”

Namun ternyata, bukan hanya dari sang nenek, ayah Ninndi juga ambil bagian dalam inspirasinya. Waktu kecil juga, ayah saya senang mengajak saya membuat jalan air dari mata air untuk sawah. Dan, ya, kenyataannya pembagian jadwal antar warga untuk mata air dapat dibagi rata.” Itulah yang sedikit kisah kecil Ninndi yang membawanya pada topik Pranata Mangsa dan pertanian.

Menutup obrolan sore itu, Ninndi berkata; “Saya tinggal di Yogyakarta. Kota dengan masyarakat yang masih mengandalkan sawah untuk bercocok tanam. Ketidakpastian musim menghambat proses bercocok-tanam. Selain itu, kekeringan bisa menimbulkan konflik di masyarakat seperti perebutan air untuk mengairi sawah.” Menjadi menarik bagaimana perubahan iklim yang belum disadari betul oleh masyarakat sebenarnya sudah mengambil bagian besar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Mari kita tunggu filmnya!