Alam, hadir jauh sebelum kita ada, bertahan jauh setelah kita pergi. Apa yang kita lakukan kepadanya hingga kini adalah pengingkaran atas berkah alam yang diberikan kepada manusia. Perubahan iklim tidak datang tanpa sebab. Kita, semakin abai dengan keselarasan manusia dengan alam, terus melukainya sampai mungkin suatu hari alam benar-benar tak menerima kita.

Menterjemahkan isu perubahan iklim di Indonesia memang tidak pernah mudah. Banyak perkara-perkara yang belum tersampaikan dengan baik. Kesadaran kita tentang persoalan lingkungan masih sebatas hal-hal yang sifatnya normatif saja. Dan itu mengkhawatirkan.

Tetapi sesungguhnya masyarakat Indonesia sudah memiliki budaya kuat dalam merawat alam. Apa yang mungkin kita akrab dengan kata local wisdom adalah mengacu pada tindak laku masyarakat, melalui berbagai ritual dan pepatah – bermuara pada satu hal; jagalah alam karena ia ibu kita.

Proyek ini mengajak 5 pembuat film Indonesia untuk bersama menggali khasanah isu perubahan iklim dari sudut pandang orang Indonesia. Apa itu perubahan iklim bagi mereka? Bagaimana persoalan iklim berpengaruh pada kehidupan ekonomi sehari-hari, bahkan apakah benar perubahan iklim juga turut menyumbang derasnya arus urbanisasi?

Kelima film tersebut akan menjadi satu pada dalam bentuk omnibus. Bukan untuk menawarkan solusi-solusi generik tetapi lebih pada mengajak kita semua untuk sesaat saja melihat kembali relasi kita dengan lingkungan hidup. Budaya kita sebenarnya kaya dengan pemahaman merawat alam. Mari kita pelajari kembali.